Salam 'alaik
Beberapa hari ni kita dikejutkan dengan berita kematian adik safiah. Kematian arwah sangat menyayat hati sehingga sesiapa yang membaca kisah tersebut pastinya terbungkam dengan kes seperti itu. Mana tidaknya anak yang masih berusia 3 tahun sanggup diperlakukan sekejam itu, ditendang diperut,dipijak dikepala dan dicucur dengan putung rokok. Tidak adakah sekelumit belas kasihan terhadap mangsa?. Saya yang mendengar dan membaca berita hanya mampu berdoa semoga perlakuan manusia itu mendapat hukuman seadil-adilnya.
Bertuankan nafsu
Ingatlah sebenarnya kes sebegini terjadi disebabkan oleh manusia yang bertuankan nafsu sehingga lupa untuk berfikran secara waras. Syaitan sentiasa bersama-sama orang sedang marah. Sebab itu jika kita mempunyai sifat pemarah haruslah sentiasa beristigfar supaya tidak berlaku perkara-perkara yang tidak elok. Mohonlah keampunan dari Allah. Islam mengajar manusia apabila kita marah kita perlu mengambil wuduk supaya perasaan marah itu reda. Jadi fikir-fikirkanlah. Semoga kita beroleh keampunan dan rahmat dari pencipta. Yang baik itu datang dari pencipta dan buruk itu datang dari dicipta.
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Tuesday, March 2, 2010
Friday, February 12, 2010
Alahan Kritikan
Salam 'alaik..
Hari ini saya ingin menulis artikel mengenai alahan kepada kritikan.Sememangnya manusia tidak lari dari menerima kritikan. Kritikan yang diberi kadang kala baik untuk kita sebenarnya. Sebab orang yang menerima kritikan dengan hati yang berlapang dada insyaAllah orang itu adalah orang yang berjaya. Tapi bagaimana pula mengenai orang yang tidak boleh langsung menerima kritikan orang lain dan menganggap dirinya adalah yang paling bagus. Golongan seperti ini adalah golongan yang mempunyai hati yang keras seperti batu. Tambahan pula apabila telah berumahtangga maka bagaimana mereka akan menerima kebaikan dan keburukan diri masing-masing sedangkan masing-masing mempunyai sifat ego yang tinggi. Salah satu punca mengapa penceraian berlaku adalah sifat diri yang tidak mahu menerima kritikan.Dalam islam kita harus ingat bahawa untuk memberi kritikan kepada seseorang haruslah dengan berhikmah. Rasulullah juga pernah memberi teguran kepada isteri baginda iaitu aisyah mengenai air yang dibuat oleh aisyah masin. Rasulullah memanggil isterinya sambil mengajak aisyah minum.Lalu aisyah pun minum dan beliau merasakan air yg dibuatnya itu masin lantas aisyah memohon maaf pada rasulullah. Itulah salah satu teguran yg berhikmah yang boleh kita jadikan sebagai contoh dalam membina rumahtangga. Semoga kita dapat menerima kritikan dengan ikhlas.
Hari ini saya ingin menulis artikel mengenai alahan kepada kritikan.Sememangnya manusia tidak lari dari menerima kritikan. Kritikan yang diberi kadang kala baik untuk kita sebenarnya. Sebab orang yang menerima kritikan dengan hati yang berlapang dada insyaAllah orang itu adalah orang yang berjaya. Tapi bagaimana pula mengenai orang yang tidak boleh langsung menerima kritikan orang lain dan menganggap dirinya adalah yang paling bagus. Golongan seperti ini adalah golongan yang mempunyai hati yang keras seperti batu. Tambahan pula apabila telah berumahtangga maka bagaimana mereka akan menerima kebaikan dan keburukan diri masing-masing sedangkan masing-masing mempunyai sifat ego yang tinggi. Salah satu punca mengapa penceraian berlaku adalah sifat diri yang tidak mahu menerima kritikan.Dalam islam kita harus ingat bahawa untuk memberi kritikan kepada seseorang haruslah dengan berhikmah. Rasulullah juga pernah memberi teguran kepada isteri baginda iaitu aisyah mengenai air yang dibuat oleh aisyah masin. Rasulullah memanggil isterinya sambil mengajak aisyah minum.Lalu aisyah pun minum dan beliau merasakan air yg dibuatnya itu masin lantas aisyah memohon maaf pada rasulullah. Itulah salah satu teguran yg berhikmah yang boleh kita jadikan sebagai contoh dalam membina rumahtangga. Semoga kita dapat menerima kritikan dengan ikhlas.
Thursday, January 21, 2010
8 Cara Mengenal Potensi Diri
“Tidak ada orang yang paling menderita, melebihi orang yang tumbuh tidak menjadi dirinya sendiri, tumbuh tidak menjadi jasadnya sendiri, dan tidak menjadi pikirannya sendiri” (‘Aidh Al Qarni) Jika kita mencermati kalimat tersebut, maka seakan-akan ‘Aidh Al-Qarni hendak mengatakan satu hal kepada kita bahwa kunci kebahagiaan terletak pada seberapa besar kita mengenal diri sendiri, dan mengoptimalkan apa yang kita miliki tersebut menjadi sebuah kerja. Menjadi diri sendiri dengan mengenali potensi yang telah dianugerahkan Allah kepada kita. Menjadi diri sendiri dengan mengembangkan keunikan diri. Karena Allah telah menghujamkan potensi yang berbeda pada tiap manusia untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya hingga menghasilkan karya-karya luar biasa.
Seorang bunda Helvy Tiana Rosa misalnya, yang potensi menulisnya telah tampak sejak kelas 3 SD, kemudian ditekuni, digali, dilatih untuk kemudian mencapai tingkat ahli dan mahir sehingga lahirlah karya-karya fenomenal dari tangannya. Karya yang menginspirasi jutaan manusia untuk menjadi lebih baik. Cerpen Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) adalah salah satunya. KMGP adalah maha karya yang lahir dari sebuah perjuangan menekuni potensi. Tentu saja hal itu terjadi setelah beliau mengetahui dengan pasti bahwa potensi terbesarnya adalah menulis! Tentu saja kita tidak harus menjadi seperti HTR.
Ini hanyalah sebagai contoh saja. Namun yang ingin saya tekankan adalah pentingnya berkarya dengan potensi yang ada dalam diri kita. Kita biasa mengenalnya sebagai bakat. Tapi saya lebih suka menyebutnya sebagai potensi, suatu pemberian Dzat yang Maha Tinggi kepada tiap manusia berupa kemampuan melakukan sesuatu yang lebih dalam suatu bidang tertentu. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana jika kita tidak mengenali potensi kita? Sebelum membahasnya lebih jauh, saya ingin mengatakan bahwa tiap orang memiliki potensi berbeda. Ada yang berpotensi dalam bidang tarik suara, dalam bidang olahraga tertentu, dan sebagainya. Setelah memahami hal itu, marilah kita cari potensi diri kita yang sebenarnya.
Muhammad Musrofi dalam bukunya 5 Langkah Melahirkan MahaKarya menyebutkan bahwa ada 8 cara untuk mengenal potensi diri kita. Pertama, kenalilah aktivitas apa yang paling kita cintai. Maka disanalah terdapat potensi luar biasa kita. Aktivitas yang selalu ingin kita lakukan baik dalam keadaan lapang ataupun sempit. Kedua, kenalilah aktivitas apa yang paling membuat kita begitu asyik. Seolah tanpa bosan melakukannya berlama-lama. Begitu enjoy dan tanpa beban ketika sedang mengerjakannya.
Ketiga, kenalilah aktivitas apa yang paling mudah dan cermerlang yang bias kita lakukan. Biasanya jika kita melakukan aktivitas itu akan bersemangat dan merasa tidak kesulitan. Keempat, kenalilah aktivitas yang menjadi impian sejak lama. Sebuah potensi terkadang berasal dari impian masa kecil yang menggerakkan alam bawah sadar untuk mewujudkannya. Seperti Burt Rutan yang ketika masih berusia 14 tahun bermimpi dapat pergi ke luar angkasa dan singgah di bulan. Lalu impian itu menjadi kenyataan setelah ia berhasil membuat SpaceShipOne, sebuah pesawat super cepat luar angkasa pertama di dunia. Kelima, tanyakan pada orang lain tentang potensi yang kita miliki sebenarnya. Agar penilaian yang diberikan lebih bersifat objektif. Terkadang orang lain atau orang terdekat kita lebih mengetahui tentang kemampuan kita ketimbang diri kita sendiri. Keenam, kenalilah aktivitas apa yang paling cepat kita pelajari. Missal suatu keterampilan yang mudah sekali kita mengerti setelah dipelajari, kemudian kita bisa menekuninya sepenuh hati. Ketujuh, kenalilah kecerdasan berganda. Tentu kita sudah mengenal 8 kecerdasan yang sering didengung-dengungkan Profesor Howard Gardner. Kecerdasan linguistic, visual-spasial, intrapersonal, interpersonal, logic-matematik, bodi-kinestetik, musical, dan naturalis. Dari situlah kita bisa mengenal potensi kita yang sesungguhnya. Terakhir, dengan metode kartu panggilan. Yakni mengelompokkan aktivitas-aktivitas yang kita lakukan dalam tiga kelompok. Kelompok pertama, aktivitas yang sesuai potensi. Kelompok kedua, aktivitas yang meragukan. Kelompok ketiga, aktivitas yang tidak sesuai dengan potensi. Lalu carilah dari kelompok pertama aktivitas yang palings sering dilakukan dan kita menyukainya. Begitulah. Jika kita telah mengenal potensi kita, maka tugas selanjutnya adalah mengoptimalkannya hingga kemudian lahirlah karya-karya luar biasa yang membuat dunia takjub dan terpesona. Selamat mencoba!
Sumber: Rafif Amir Ahnaf
Seorang bunda Helvy Tiana Rosa misalnya, yang potensi menulisnya telah tampak sejak kelas 3 SD, kemudian ditekuni, digali, dilatih untuk kemudian mencapai tingkat ahli dan mahir sehingga lahirlah karya-karya fenomenal dari tangannya. Karya yang menginspirasi jutaan manusia untuk menjadi lebih baik. Cerpen Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) adalah salah satunya. KMGP adalah maha karya yang lahir dari sebuah perjuangan menekuni potensi. Tentu saja hal itu terjadi setelah beliau mengetahui dengan pasti bahwa potensi terbesarnya adalah menulis! Tentu saja kita tidak harus menjadi seperti HTR.
Ini hanyalah sebagai contoh saja. Namun yang ingin saya tekankan adalah pentingnya berkarya dengan potensi yang ada dalam diri kita. Kita biasa mengenalnya sebagai bakat. Tapi saya lebih suka menyebutnya sebagai potensi, suatu pemberian Dzat yang Maha Tinggi kepada tiap manusia berupa kemampuan melakukan sesuatu yang lebih dalam suatu bidang tertentu. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana jika kita tidak mengenali potensi kita? Sebelum membahasnya lebih jauh, saya ingin mengatakan bahwa tiap orang memiliki potensi berbeda. Ada yang berpotensi dalam bidang tarik suara, dalam bidang olahraga tertentu, dan sebagainya. Setelah memahami hal itu, marilah kita cari potensi diri kita yang sebenarnya.
Muhammad Musrofi dalam bukunya 5 Langkah Melahirkan MahaKarya menyebutkan bahwa ada 8 cara untuk mengenal potensi diri kita. Pertama, kenalilah aktivitas apa yang paling kita cintai. Maka disanalah terdapat potensi luar biasa kita. Aktivitas yang selalu ingin kita lakukan baik dalam keadaan lapang ataupun sempit. Kedua, kenalilah aktivitas apa yang paling membuat kita begitu asyik. Seolah tanpa bosan melakukannya berlama-lama. Begitu enjoy dan tanpa beban ketika sedang mengerjakannya.
Ketiga, kenalilah aktivitas apa yang paling mudah dan cermerlang yang bias kita lakukan. Biasanya jika kita melakukan aktivitas itu akan bersemangat dan merasa tidak kesulitan. Keempat, kenalilah aktivitas yang menjadi impian sejak lama. Sebuah potensi terkadang berasal dari impian masa kecil yang menggerakkan alam bawah sadar untuk mewujudkannya. Seperti Burt Rutan yang ketika masih berusia 14 tahun bermimpi dapat pergi ke luar angkasa dan singgah di bulan. Lalu impian itu menjadi kenyataan setelah ia berhasil membuat SpaceShipOne, sebuah pesawat super cepat luar angkasa pertama di dunia. Kelima, tanyakan pada orang lain tentang potensi yang kita miliki sebenarnya. Agar penilaian yang diberikan lebih bersifat objektif. Terkadang orang lain atau orang terdekat kita lebih mengetahui tentang kemampuan kita ketimbang diri kita sendiri. Keenam, kenalilah aktivitas apa yang paling cepat kita pelajari. Missal suatu keterampilan yang mudah sekali kita mengerti setelah dipelajari, kemudian kita bisa menekuninya sepenuh hati. Ketujuh, kenalilah kecerdasan berganda. Tentu kita sudah mengenal 8 kecerdasan yang sering didengung-dengungkan Profesor Howard Gardner. Kecerdasan linguistic, visual-spasial, intrapersonal, interpersonal, logic-matematik, bodi-kinestetik, musical, dan naturalis. Dari situlah kita bisa mengenal potensi kita yang sesungguhnya. Terakhir, dengan metode kartu panggilan. Yakni mengelompokkan aktivitas-aktivitas yang kita lakukan dalam tiga kelompok. Kelompok pertama, aktivitas yang sesuai potensi. Kelompok kedua, aktivitas yang meragukan. Kelompok ketiga, aktivitas yang tidak sesuai dengan potensi. Lalu carilah dari kelompok pertama aktivitas yang palings sering dilakukan dan kita menyukainya. Begitulah. Jika kita telah mengenal potensi kita, maka tugas selanjutnya adalah mengoptimalkannya hingga kemudian lahirlah karya-karya luar biasa yang membuat dunia takjub dan terpesona. Selamat mencoba!
Sumber: Rafif Amir Ahnaf
Saturday, January 16, 2010
Sikap minda kelas ketiga
Hari ini selepas mengemas dapur saya dan suami bercadang untuk pergi ke pasar membeli beberapa barang basah seperti udang,ikan ,ayam dan sayur.Sebelum ke pasar suami saya singgah di ATM taman u utk mengeluarkan duit. Sementara menunggu suami saya mengeluarkan duit tiba-tiba saya melihat seorang pekerja yang bekerja sebagai penyapu sampah sedang menyapu dengan begitu tekun sekali.Tiba-tiba saya merasa terpaku bila sampah yg telah dikumpulkan itu terus dibawa ke arah parit dan dibuang begitu sahaja.MasyaAllah apa sudah jadi.Saya melirik ke arah Elya yang kemas dalam pelukan saya.Anak ini pun sama memandang seolah-olah keliru dengan perangai manusia.saya cepat-cepat mematikan pandangan Elya ke arah pekerja tersebut dan terus menyayikan lagu tepuk amai-amai.Dalam fikiran banyak betul persoalan yg belum terungkai.Sampai bila?,Apa kene?kenapa? dengan masyarakat kita sekarang masih kurang kesedaran dalam menguruskan perkara yang remeh temeh.Buang sampah di dalam parit adakah itu minda kelas pertama?.Apa guna pembangunan yang dibangga-bangga kan tapi kita masih ada lagi masyarakat yang mempunyai sifat sedemikian.Ini baru isu buang sampah belum lagi isu yg hebat yang perlu dipersoalkan terutama mengenai AQIDAH. Masyarakat masih belum 100% mempunyai akhlak yang baik.Inilah yang dikatakan minda kelas ketiga.
Monday, January 11, 2010
Melentur buluh biar dari rebungnya..
Salam 'alaik..
"elya ! elya !..saya memanggil anak perempuan saya sementara menggoreng telur..kedengaran alunan asma ul husna diruang hadapan saya menjengguk melihat elya sedang berpaut pada kabinet tv sambil mengoyang-goyangkan tubuhnya senyuman terus terukir dibibir..alhamdulillah..Sementara menunggu masuknya solat zohor saya buka siaran astro oasis itulah salah satu siaran yang paling digemari anak perempuan saya selain cerita kartun...Elya berpaling dan terus mendapatkan saya..pelukan erat amat mendamaikan hati.Anak ini sudah mengerti apa itu perasaan kasih sayang.Anak ibarat kain putih kitalah yang mencorakkan mereka.
"elya ! elya !..saya memanggil anak perempuan saya sementara menggoreng telur..kedengaran alunan asma ul husna diruang hadapan saya menjengguk melihat elya sedang berpaut pada kabinet tv sambil mengoyang-goyangkan tubuhnya senyuman terus terukir dibibir..alhamdulillah..Sementara menunggu masuknya solat zohor saya buka siaran astro oasis itulah salah satu siaran yang paling digemari anak perempuan saya selain cerita kartun...Elya berpaling dan terus mendapatkan saya..pelukan erat amat mendamaikan hati.Anak ini sudah mengerti apa itu perasaan kasih sayang.Anak ibarat kain putih kitalah yang mencorakkan mereka.
La tahzan..
Dapatkan Mesej Bergambar di Sini
Salam 'alaik
Setiap mahluk didunia ni pasti merasa kesedihan...tapi kesedihan yang bagaimana?ada yang bersedih disebabkan oleh kepincangan rumahtangga,anak yang degil,mendapat penyakit yang merbahaya seperti kanser,sahabat yang menikam dari belakang,tidak mempunyai zuriat dan sebagaiya.Segalanya yang berlaku itu bukan lah penghujung kepada kehidupan kita ingatlah kita akan dibangkitkan semula nanti..disitulah dunia kita dan disitulah kita akan tinggal buat selama-lamanya.Apa yang penting adalah bila mana kita sentiasa dihujani dengan musibah yeng bertimpa-timpa janganlah kita salahkan pada takdir tetapi kita haruslah bersangka baik dengan-Nya..Dia yang mengatur alam dan segala yang ada adalah milik-Nya dan akan kembali Kepada-Nya semula.Bilamana kita dihujani dengan kemewahan seperti kenaikan pangkat,mendapat kerja yang lebih baik,mempunyai anak yg ramai dan sebagainya ingatlah keseronokan itu hanya lah sementara banyak amanah yang perlu digalasi dan sentiasa bersyukur atas nikmatnya jgn leka dengan kelalaian syurga dunia yang penuh dengan penipuan.Ingatan ini hanyalah untuk menyingkap sejauh mana kita sentiasa menjadikan al-quran dan hadis sebagai penyuluh hidup.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Tuesday, March 2, 2010
Adakah kita juga seperti mereka?
Salam 'alaik
Beberapa hari ni kita dikejutkan dengan berita kematian adik safiah. Kematian arwah sangat menyayat hati sehingga sesiapa yang membaca kisah tersebut pastinya terbungkam dengan kes seperti itu. Mana tidaknya anak yang masih berusia 3 tahun sanggup diperlakukan sekejam itu, ditendang diperut,dipijak dikepala dan dicucur dengan putung rokok. Tidak adakah sekelumit belas kasihan terhadap mangsa?. Saya yang mendengar dan membaca berita hanya mampu berdoa semoga perlakuan manusia itu mendapat hukuman seadil-adilnya.
Bertuankan nafsu
Ingatlah sebenarnya kes sebegini terjadi disebabkan oleh manusia yang bertuankan nafsu sehingga lupa untuk berfikran secara waras. Syaitan sentiasa bersama-sama orang sedang marah. Sebab itu jika kita mempunyai sifat pemarah haruslah sentiasa beristigfar supaya tidak berlaku perkara-perkara yang tidak elok. Mohonlah keampunan dari Allah. Islam mengajar manusia apabila kita marah kita perlu mengambil wuduk supaya perasaan marah itu reda. Jadi fikir-fikirkanlah. Semoga kita beroleh keampunan dan rahmat dari pencipta. Yang baik itu datang dari pencipta dan buruk itu datang dari dicipta.
Beberapa hari ni kita dikejutkan dengan berita kematian adik safiah. Kematian arwah sangat menyayat hati sehingga sesiapa yang membaca kisah tersebut pastinya terbungkam dengan kes seperti itu. Mana tidaknya anak yang masih berusia 3 tahun sanggup diperlakukan sekejam itu, ditendang diperut,dipijak dikepala dan dicucur dengan putung rokok. Tidak adakah sekelumit belas kasihan terhadap mangsa?. Saya yang mendengar dan membaca berita hanya mampu berdoa semoga perlakuan manusia itu mendapat hukuman seadil-adilnya.
Bertuankan nafsu
Ingatlah sebenarnya kes sebegini terjadi disebabkan oleh manusia yang bertuankan nafsu sehingga lupa untuk berfikran secara waras. Syaitan sentiasa bersama-sama orang sedang marah. Sebab itu jika kita mempunyai sifat pemarah haruslah sentiasa beristigfar supaya tidak berlaku perkara-perkara yang tidak elok. Mohonlah keampunan dari Allah. Islam mengajar manusia apabila kita marah kita perlu mengambil wuduk supaya perasaan marah itu reda. Jadi fikir-fikirkanlah. Semoga kita beroleh keampunan dan rahmat dari pencipta. Yang baik itu datang dari pencipta dan buruk itu datang dari dicipta.
Friday, February 12, 2010
Alahan Kritikan
Salam 'alaik..
Hari ini saya ingin menulis artikel mengenai alahan kepada kritikan.Sememangnya manusia tidak lari dari menerima kritikan. Kritikan yang diberi kadang kala baik untuk kita sebenarnya. Sebab orang yang menerima kritikan dengan hati yang berlapang dada insyaAllah orang itu adalah orang yang berjaya. Tapi bagaimana pula mengenai orang yang tidak boleh langsung menerima kritikan orang lain dan menganggap dirinya adalah yang paling bagus. Golongan seperti ini adalah golongan yang mempunyai hati yang keras seperti batu. Tambahan pula apabila telah berumahtangga maka bagaimana mereka akan menerima kebaikan dan keburukan diri masing-masing sedangkan masing-masing mempunyai sifat ego yang tinggi. Salah satu punca mengapa penceraian berlaku adalah sifat diri yang tidak mahu menerima kritikan.Dalam islam kita harus ingat bahawa untuk memberi kritikan kepada seseorang haruslah dengan berhikmah. Rasulullah juga pernah memberi teguran kepada isteri baginda iaitu aisyah mengenai air yang dibuat oleh aisyah masin. Rasulullah memanggil isterinya sambil mengajak aisyah minum.Lalu aisyah pun minum dan beliau merasakan air yg dibuatnya itu masin lantas aisyah memohon maaf pada rasulullah. Itulah salah satu teguran yg berhikmah yang boleh kita jadikan sebagai contoh dalam membina rumahtangga. Semoga kita dapat menerima kritikan dengan ikhlas.
Hari ini saya ingin menulis artikel mengenai alahan kepada kritikan.Sememangnya manusia tidak lari dari menerima kritikan. Kritikan yang diberi kadang kala baik untuk kita sebenarnya. Sebab orang yang menerima kritikan dengan hati yang berlapang dada insyaAllah orang itu adalah orang yang berjaya. Tapi bagaimana pula mengenai orang yang tidak boleh langsung menerima kritikan orang lain dan menganggap dirinya adalah yang paling bagus. Golongan seperti ini adalah golongan yang mempunyai hati yang keras seperti batu. Tambahan pula apabila telah berumahtangga maka bagaimana mereka akan menerima kebaikan dan keburukan diri masing-masing sedangkan masing-masing mempunyai sifat ego yang tinggi. Salah satu punca mengapa penceraian berlaku adalah sifat diri yang tidak mahu menerima kritikan.Dalam islam kita harus ingat bahawa untuk memberi kritikan kepada seseorang haruslah dengan berhikmah. Rasulullah juga pernah memberi teguran kepada isteri baginda iaitu aisyah mengenai air yang dibuat oleh aisyah masin. Rasulullah memanggil isterinya sambil mengajak aisyah minum.Lalu aisyah pun minum dan beliau merasakan air yg dibuatnya itu masin lantas aisyah memohon maaf pada rasulullah. Itulah salah satu teguran yg berhikmah yang boleh kita jadikan sebagai contoh dalam membina rumahtangga. Semoga kita dapat menerima kritikan dengan ikhlas.
Thursday, January 21, 2010
8 Cara Mengenal Potensi Diri
“Tidak ada orang yang paling menderita, melebihi orang yang tumbuh tidak menjadi dirinya sendiri, tumbuh tidak menjadi jasadnya sendiri, dan tidak menjadi pikirannya sendiri” (‘Aidh Al Qarni) Jika kita mencermati kalimat tersebut, maka seakan-akan ‘Aidh Al-Qarni hendak mengatakan satu hal kepada kita bahwa kunci kebahagiaan terletak pada seberapa besar kita mengenal diri sendiri, dan mengoptimalkan apa yang kita miliki tersebut menjadi sebuah kerja. Menjadi diri sendiri dengan mengenali potensi yang telah dianugerahkan Allah kepada kita. Menjadi diri sendiri dengan mengembangkan keunikan diri. Karena Allah telah menghujamkan potensi yang berbeda pada tiap manusia untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya hingga menghasilkan karya-karya luar biasa.
Seorang bunda Helvy Tiana Rosa misalnya, yang potensi menulisnya telah tampak sejak kelas 3 SD, kemudian ditekuni, digali, dilatih untuk kemudian mencapai tingkat ahli dan mahir sehingga lahirlah karya-karya fenomenal dari tangannya. Karya yang menginspirasi jutaan manusia untuk menjadi lebih baik. Cerpen Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) adalah salah satunya. KMGP adalah maha karya yang lahir dari sebuah perjuangan menekuni potensi. Tentu saja hal itu terjadi setelah beliau mengetahui dengan pasti bahwa potensi terbesarnya adalah menulis! Tentu saja kita tidak harus menjadi seperti HTR.
Ini hanyalah sebagai contoh saja. Namun yang ingin saya tekankan adalah pentingnya berkarya dengan potensi yang ada dalam diri kita. Kita biasa mengenalnya sebagai bakat. Tapi saya lebih suka menyebutnya sebagai potensi, suatu pemberian Dzat yang Maha Tinggi kepada tiap manusia berupa kemampuan melakukan sesuatu yang lebih dalam suatu bidang tertentu. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana jika kita tidak mengenali potensi kita? Sebelum membahasnya lebih jauh, saya ingin mengatakan bahwa tiap orang memiliki potensi berbeda. Ada yang berpotensi dalam bidang tarik suara, dalam bidang olahraga tertentu, dan sebagainya. Setelah memahami hal itu, marilah kita cari potensi diri kita yang sebenarnya.
Muhammad Musrofi dalam bukunya 5 Langkah Melahirkan MahaKarya menyebutkan bahwa ada 8 cara untuk mengenal potensi diri kita. Pertama, kenalilah aktivitas apa yang paling kita cintai. Maka disanalah terdapat potensi luar biasa kita. Aktivitas yang selalu ingin kita lakukan baik dalam keadaan lapang ataupun sempit. Kedua, kenalilah aktivitas apa yang paling membuat kita begitu asyik. Seolah tanpa bosan melakukannya berlama-lama. Begitu enjoy dan tanpa beban ketika sedang mengerjakannya.
Ketiga, kenalilah aktivitas apa yang paling mudah dan cermerlang yang bias kita lakukan. Biasanya jika kita melakukan aktivitas itu akan bersemangat dan merasa tidak kesulitan. Keempat, kenalilah aktivitas yang menjadi impian sejak lama. Sebuah potensi terkadang berasal dari impian masa kecil yang menggerakkan alam bawah sadar untuk mewujudkannya. Seperti Burt Rutan yang ketika masih berusia 14 tahun bermimpi dapat pergi ke luar angkasa dan singgah di bulan. Lalu impian itu menjadi kenyataan setelah ia berhasil membuat SpaceShipOne, sebuah pesawat super cepat luar angkasa pertama di dunia. Kelima, tanyakan pada orang lain tentang potensi yang kita miliki sebenarnya. Agar penilaian yang diberikan lebih bersifat objektif. Terkadang orang lain atau orang terdekat kita lebih mengetahui tentang kemampuan kita ketimbang diri kita sendiri. Keenam, kenalilah aktivitas apa yang paling cepat kita pelajari. Missal suatu keterampilan yang mudah sekali kita mengerti setelah dipelajari, kemudian kita bisa menekuninya sepenuh hati. Ketujuh, kenalilah kecerdasan berganda. Tentu kita sudah mengenal 8 kecerdasan yang sering didengung-dengungkan Profesor Howard Gardner. Kecerdasan linguistic, visual-spasial, intrapersonal, interpersonal, logic-matematik, bodi-kinestetik, musical, dan naturalis. Dari situlah kita bisa mengenal potensi kita yang sesungguhnya. Terakhir, dengan metode kartu panggilan. Yakni mengelompokkan aktivitas-aktivitas yang kita lakukan dalam tiga kelompok. Kelompok pertama, aktivitas yang sesuai potensi. Kelompok kedua, aktivitas yang meragukan. Kelompok ketiga, aktivitas yang tidak sesuai dengan potensi. Lalu carilah dari kelompok pertama aktivitas yang palings sering dilakukan dan kita menyukainya. Begitulah. Jika kita telah mengenal potensi kita, maka tugas selanjutnya adalah mengoptimalkannya hingga kemudian lahirlah karya-karya luar biasa yang membuat dunia takjub dan terpesona. Selamat mencoba!
Sumber: Rafif Amir Ahnaf
Seorang bunda Helvy Tiana Rosa misalnya, yang potensi menulisnya telah tampak sejak kelas 3 SD, kemudian ditekuni, digali, dilatih untuk kemudian mencapai tingkat ahli dan mahir sehingga lahirlah karya-karya fenomenal dari tangannya. Karya yang menginspirasi jutaan manusia untuk menjadi lebih baik. Cerpen Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) adalah salah satunya. KMGP adalah maha karya yang lahir dari sebuah perjuangan menekuni potensi. Tentu saja hal itu terjadi setelah beliau mengetahui dengan pasti bahwa potensi terbesarnya adalah menulis! Tentu saja kita tidak harus menjadi seperti HTR.
Ini hanyalah sebagai contoh saja. Namun yang ingin saya tekankan adalah pentingnya berkarya dengan potensi yang ada dalam diri kita. Kita biasa mengenalnya sebagai bakat. Tapi saya lebih suka menyebutnya sebagai potensi, suatu pemberian Dzat yang Maha Tinggi kepada tiap manusia berupa kemampuan melakukan sesuatu yang lebih dalam suatu bidang tertentu. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana jika kita tidak mengenali potensi kita? Sebelum membahasnya lebih jauh, saya ingin mengatakan bahwa tiap orang memiliki potensi berbeda. Ada yang berpotensi dalam bidang tarik suara, dalam bidang olahraga tertentu, dan sebagainya. Setelah memahami hal itu, marilah kita cari potensi diri kita yang sebenarnya.
Muhammad Musrofi dalam bukunya 5 Langkah Melahirkan MahaKarya menyebutkan bahwa ada 8 cara untuk mengenal potensi diri kita. Pertama, kenalilah aktivitas apa yang paling kita cintai. Maka disanalah terdapat potensi luar biasa kita. Aktivitas yang selalu ingin kita lakukan baik dalam keadaan lapang ataupun sempit. Kedua, kenalilah aktivitas apa yang paling membuat kita begitu asyik. Seolah tanpa bosan melakukannya berlama-lama. Begitu enjoy dan tanpa beban ketika sedang mengerjakannya.
Ketiga, kenalilah aktivitas apa yang paling mudah dan cermerlang yang bias kita lakukan. Biasanya jika kita melakukan aktivitas itu akan bersemangat dan merasa tidak kesulitan. Keempat, kenalilah aktivitas yang menjadi impian sejak lama. Sebuah potensi terkadang berasal dari impian masa kecil yang menggerakkan alam bawah sadar untuk mewujudkannya. Seperti Burt Rutan yang ketika masih berusia 14 tahun bermimpi dapat pergi ke luar angkasa dan singgah di bulan. Lalu impian itu menjadi kenyataan setelah ia berhasil membuat SpaceShipOne, sebuah pesawat super cepat luar angkasa pertama di dunia. Kelima, tanyakan pada orang lain tentang potensi yang kita miliki sebenarnya. Agar penilaian yang diberikan lebih bersifat objektif. Terkadang orang lain atau orang terdekat kita lebih mengetahui tentang kemampuan kita ketimbang diri kita sendiri. Keenam, kenalilah aktivitas apa yang paling cepat kita pelajari. Missal suatu keterampilan yang mudah sekali kita mengerti setelah dipelajari, kemudian kita bisa menekuninya sepenuh hati. Ketujuh, kenalilah kecerdasan berganda. Tentu kita sudah mengenal 8 kecerdasan yang sering didengung-dengungkan Profesor Howard Gardner. Kecerdasan linguistic, visual-spasial, intrapersonal, interpersonal, logic-matematik, bodi-kinestetik, musical, dan naturalis. Dari situlah kita bisa mengenal potensi kita yang sesungguhnya. Terakhir, dengan metode kartu panggilan. Yakni mengelompokkan aktivitas-aktivitas yang kita lakukan dalam tiga kelompok. Kelompok pertama, aktivitas yang sesuai potensi. Kelompok kedua, aktivitas yang meragukan. Kelompok ketiga, aktivitas yang tidak sesuai dengan potensi. Lalu carilah dari kelompok pertama aktivitas yang palings sering dilakukan dan kita menyukainya. Begitulah. Jika kita telah mengenal potensi kita, maka tugas selanjutnya adalah mengoptimalkannya hingga kemudian lahirlah karya-karya luar biasa yang membuat dunia takjub dan terpesona. Selamat mencoba!
Sumber: Rafif Amir Ahnaf
Saturday, January 16, 2010
Sikap minda kelas ketiga
Hari ini selepas mengemas dapur saya dan suami bercadang untuk pergi ke pasar membeli beberapa barang basah seperti udang,ikan ,ayam dan sayur.Sebelum ke pasar suami saya singgah di ATM taman u utk mengeluarkan duit. Sementara menunggu suami saya mengeluarkan duit tiba-tiba saya melihat seorang pekerja yang bekerja sebagai penyapu sampah sedang menyapu dengan begitu tekun sekali.Tiba-tiba saya merasa terpaku bila sampah yg telah dikumpulkan itu terus dibawa ke arah parit dan dibuang begitu sahaja.MasyaAllah apa sudah jadi.Saya melirik ke arah Elya yang kemas dalam pelukan saya.Anak ini pun sama memandang seolah-olah keliru dengan perangai manusia.saya cepat-cepat mematikan pandangan Elya ke arah pekerja tersebut dan terus menyayikan lagu tepuk amai-amai.Dalam fikiran banyak betul persoalan yg belum terungkai.Sampai bila?,Apa kene?kenapa? dengan masyarakat kita sekarang masih kurang kesedaran dalam menguruskan perkara yang remeh temeh.Buang sampah di dalam parit adakah itu minda kelas pertama?.Apa guna pembangunan yang dibangga-bangga kan tapi kita masih ada lagi masyarakat yang mempunyai sifat sedemikian.Ini baru isu buang sampah belum lagi isu yg hebat yang perlu dipersoalkan terutama mengenai AQIDAH. Masyarakat masih belum 100% mempunyai akhlak yang baik.Inilah yang dikatakan minda kelas ketiga.
Monday, January 11, 2010
Melentur buluh biar dari rebungnya..
Salam 'alaik..
"elya ! elya !..saya memanggil anak perempuan saya sementara menggoreng telur..kedengaran alunan asma ul husna diruang hadapan saya menjengguk melihat elya sedang berpaut pada kabinet tv sambil mengoyang-goyangkan tubuhnya senyuman terus terukir dibibir..alhamdulillah..Sementara menunggu masuknya solat zohor saya buka siaran astro oasis itulah salah satu siaran yang paling digemari anak perempuan saya selain cerita kartun...Elya berpaling dan terus mendapatkan saya..pelukan erat amat mendamaikan hati.Anak ini sudah mengerti apa itu perasaan kasih sayang.Anak ibarat kain putih kitalah yang mencorakkan mereka.
"elya ! elya !..saya memanggil anak perempuan saya sementara menggoreng telur..kedengaran alunan asma ul husna diruang hadapan saya menjengguk melihat elya sedang berpaut pada kabinet tv sambil mengoyang-goyangkan tubuhnya senyuman terus terukir dibibir..alhamdulillah..Sementara menunggu masuknya solat zohor saya buka siaran astro oasis itulah salah satu siaran yang paling digemari anak perempuan saya selain cerita kartun...Elya berpaling dan terus mendapatkan saya..pelukan erat amat mendamaikan hati.Anak ini sudah mengerti apa itu perasaan kasih sayang.Anak ibarat kain putih kitalah yang mencorakkan mereka.
La tahzan..
Dapatkan Mesej Bergambar di Sini
Salam 'alaik
Setiap mahluk didunia ni pasti merasa kesedihan...tapi kesedihan yang bagaimana?ada yang bersedih disebabkan oleh kepincangan rumahtangga,anak yang degil,mendapat penyakit yang merbahaya seperti kanser,sahabat yang menikam dari belakang,tidak mempunyai zuriat dan sebagaiya.Segalanya yang berlaku itu bukan lah penghujung kepada kehidupan kita ingatlah kita akan dibangkitkan semula nanti..disitulah dunia kita dan disitulah kita akan tinggal buat selama-lamanya.Apa yang penting adalah bila mana kita sentiasa dihujani dengan musibah yeng bertimpa-timpa janganlah kita salahkan pada takdir tetapi kita haruslah bersangka baik dengan-Nya..Dia yang mengatur alam dan segala yang ada adalah milik-Nya dan akan kembali Kepada-Nya semula.Bilamana kita dihujani dengan kemewahan seperti kenaikan pangkat,mendapat kerja yang lebih baik,mempunyai anak yg ramai dan sebagainya ingatlah keseronokan itu hanya lah sementara banyak amanah yang perlu digalasi dan sentiasa bersyukur atas nikmatnya jgn leka dengan kelalaian syurga dunia yang penuh dengan penipuan.Ingatan ini hanyalah untuk menyingkap sejauh mana kita sentiasa menjadikan al-quran dan hadis sebagai penyuluh hidup.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Tuesday, March 2, 2010
Adakah kita juga seperti mereka?
Salam 'alaik
Beberapa hari ni kita dikejutkan dengan berita kematian adik safiah. Kematian arwah sangat menyayat hati sehingga sesiapa yang membaca kisah tersebut pastinya terbungkam dengan kes seperti itu. Mana tidaknya anak yang masih berusia 3 tahun sanggup diperlakukan sekejam itu, ditendang diperut,dipijak dikepala dan dicucur dengan putung rokok. Tidak adakah sekelumit belas kasihan terhadap mangsa?. Saya yang mendengar dan membaca berita hanya mampu berdoa semoga perlakuan manusia itu mendapat hukuman seadil-adilnya.
Bertuankan nafsu
Ingatlah sebenarnya kes sebegini terjadi disebabkan oleh manusia yang bertuankan nafsu sehingga lupa untuk berfikran secara waras. Syaitan sentiasa bersama-sama orang sedang marah. Sebab itu jika kita mempunyai sifat pemarah haruslah sentiasa beristigfar supaya tidak berlaku perkara-perkara yang tidak elok. Mohonlah keampunan dari Allah. Islam mengajar manusia apabila kita marah kita perlu mengambil wuduk supaya perasaan marah itu reda. Jadi fikir-fikirkanlah. Semoga kita beroleh keampunan dan rahmat dari pencipta. Yang baik itu datang dari pencipta dan buruk itu datang dari dicipta.
Beberapa hari ni kita dikejutkan dengan berita kematian adik safiah. Kematian arwah sangat menyayat hati sehingga sesiapa yang membaca kisah tersebut pastinya terbungkam dengan kes seperti itu. Mana tidaknya anak yang masih berusia 3 tahun sanggup diperlakukan sekejam itu, ditendang diperut,dipijak dikepala dan dicucur dengan putung rokok. Tidak adakah sekelumit belas kasihan terhadap mangsa?. Saya yang mendengar dan membaca berita hanya mampu berdoa semoga perlakuan manusia itu mendapat hukuman seadil-adilnya.
Bertuankan nafsu
Ingatlah sebenarnya kes sebegini terjadi disebabkan oleh manusia yang bertuankan nafsu sehingga lupa untuk berfikran secara waras. Syaitan sentiasa bersama-sama orang sedang marah. Sebab itu jika kita mempunyai sifat pemarah haruslah sentiasa beristigfar supaya tidak berlaku perkara-perkara yang tidak elok. Mohonlah keampunan dari Allah. Islam mengajar manusia apabila kita marah kita perlu mengambil wuduk supaya perasaan marah itu reda. Jadi fikir-fikirkanlah. Semoga kita beroleh keampunan dan rahmat dari pencipta. Yang baik itu datang dari pencipta dan buruk itu datang dari dicipta.
Friday, February 12, 2010
Alahan Kritikan
Salam 'alaik..
Hari ini saya ingin menulis artikel mengenai alahan kepada kritikan.Sememangnya manusia tidak lari dari menerima kritikan. Kritikan yang diberi kadang kala baik untuk kita sebenarnya. Sebab orang yang menerima kritikan dengan hati yang berlapang dada insyaAllah orang itu adalah orang yang berjaya. Tapi bagaimana pula mengenai orang yang tidak boleh langsung menerima kritikan orang lain dan menganggap dirinya adalah yang paling bagus. Golongan seperti ini adalah golongan yang mempunyai hati yang keras seperti batu. Tambahan pula apabila telah berumahtangga maka bagaimana mereka akan menerima kebaikan dan keburukan diri masing-masing sedangkan masing-masing mempunyai sifat ego yang tinggi. Salah satu punca mengapa penceraian berlaku adalah sifat diri yang tidak mahu menerima kritikan.Dalam islam kita harus ingat bahawa untuk memberi kritikan kepada seseorang haruslah dengan berhikmah. Rasulullah juga pernah memberi teguran kepada isteri baginda iaitu aisyah mengenai air yang dibuat oleh aisyah masin. Rasulullah memanggil isterinya sambil mengajak aisyah minum.Lalu aisyah pun minum dan beliau merasakan air yg dibuatnya itu masin lantas aisyah memohon maaf pada rasulullah. Itulah salah satu teguran yg berhikmah yang boleh kita jadikan sebagai contoh dalam membina rumahtangga. Semoga kita dapat menerima kritikan dengan ikhlas.
Hari ini saya ingin menulis artikel mengenai alahan kepada kritikan.Sememangnya manusia tidak lari dari menerima kritikan. Kritikan yang diberi kadang kala baik untuk kita sebenarnya. Sebab orang yang menerima kritikan dengan hati yang berlapang dada insyaAllah orang itu adalah orang yang berjaya. Tapi bagaimana pula mengenai orang yang tidak boleh langsung menerima kritikan orang lain dan menganggap dirinya adalah yang paling bagus. Golongan seperti ini adalah golongan yang mempunyai hati yang keras seperti batu. Tambahan pula apabila telah berumahtangga maka bagaimana mereka akan menerima kebaikan dan keburukan diri masing-masing sedangkan masing-masing mempunyai sifat ego yang tinggi. Salah satu punca mengapa penceraian berlaku adalah sifat diri yang tidak mahu menerima kritikan.Dalam islam kita harus ingat bahawa untuk memberi kritikan kepada seseorang haruslah dengan berhikmah. Rasulullah juga pernah memberi teguran kepada isteri baginda iaitu aisyah mengenai air yang dibuat oleh aisyah masin. Rasulullah memanggil isterinya sambil mengajak aisyah minum.Lalu aisyah pun minum dan beliau merasakan air yg dibuatnya itu masin lantas aisyah memohon maaf pada rasulullah. Itulah salah satu teguran yg berhikmah yang boleh kita jadikan sebagai contoh dalam membina rumahtangga. Semoga kita dapat menerima kritikan dengan ikhlas.
Thursday, January 21, 2010
8 Cara Mengenal Potensi Diri
“Tidak ada orang yang paling menderita, melebihi orang yang tumbuh tidak menjadi dirinya sendiri, tumbuh tidak menjadi jasadnya sendiri, dan tidak menjadi pikirannya sendiri” (‘Aidh Al Qarni) Jika kita mencermati kalimat tersebut, maka seakan-akan ‘Aidh Al-Qarni hendak mengatakan satu hal kepada kita bahwa kunci kebahagiaan terletak pada seberapa besar kita mengenal diri sendiri, dan mengoptimalkan apa yang kita miliki tersebut menjadi sebuah kerja. Menjadi diri sendiri dengan mengenali potensi yang telah dianugerahkan Allah kepada kita. Menjadi diri sendiri dengan mengembangkan keunikan diri. Karena Allah telah menghujamkan potensi yang berbeda pada tiap manusia untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya hingga menghasilkan karya-karya luar biasa.
Seorang bunda Helvy Tiana Rosa misalnya, yang potensi menulisnya telah tampak sejak kelas 3 SD, kemudian ditekuni, digali, dilatih untuk kemudian mencapai tingkat ahli dan mahir sehingga lahirlah karya-karya fenomenal dari tangannya. Karya yang menginspirasi jutaan manusia untuk menjadi lebih baik. Cerpen Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) adalah salah satunya. KMGP adalah maha karya yang lahir dari sebuah perjuangan menekuni potensi. Tentu saja hal itu terjadi setelah beliau mengetahui dengan pasti bahwa potensi terbesarnya adalah menulis! Tentu saja kita tidak harus menjadi seperti HTR.
Ini hanyalah sebagai contoh saja. Namun yang ingin saya tekankan adalah pentingnya berkarya dengan potensi yang ada dalam diri kita. Kita biasa mengenalnya sebagai bakat. Tapi saya lebih suka menyebutnya sebagai potensi, suatu pemberian Dzat yang Maha Tinggi kepada tiap manusia berupa kemampuan melakukan sesuatu yang lebih dalam suatu bidang tertentu. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana jika kita tidak mengenali potensi kita? Sebelum membahasnya lebih jauh, saya ingin mengatakan bahwa tiap orang memiliki potensi berbeda. Ada yang berpotensi dalam bidang tarik suara, dalam bidang olahraga tertentu, dan sebagainya. Setelah memahami hal itu, marilah kita cari potensi diri kita yang sebenarnya.
Muhammad Musrofi dalam bukunya 5 Langkah Melahirkan MahaKarya menyebutkan bahwa ada 8 cara untuk mengenal potensi diri kita. Pertama, kenalilah aktivitas apa yang paling kita cintai. Maka disanalah terdapat potensi luar biasa kita. Aktivitas yang selalu ingin kita lakukan baik dalam keadaan lapang ataupun sempit. Kedua, kenalilah aktivitas apa yang paling membuat kita begitu asyik. Seolah tanpa bosan melakukannya berlama-lama. Begitu enjoy dan tanpa beban ketika sedang mengerjakannya.
Ketiga, kenalilah aktivitas apa yang paling mudah dan cermerlang yang bias kita lakukan. Biasanya jika kita melakukan aktivitas itu akan bersemangat dan merasa tidak kesulitan. Keempat, kenalilah aktivitas yang menjadi impian sejak lama. Sebuah potensi terkadang berasal dari impian masa kecil yang menggerakkan alam bawah sadar untuk mewujudkannya. Seperti Burt Rutan yang ketika masih berusia 14 tahun bermimpi dapat pergi ke luar angkasa dan singgah di bulan. Lalu impian itu menjadi kenyataan setelah ia berhasil membuat SpaceShipOne, sebuah pesawat super cepat luar angkasa pertama di dunia. Kelima, tanyakan pada orang lain tentang potensi yang kita miliki sebenarnya. Agar penilaian yang diberikan lebih bersifat objektif. Terkadang orang lain atau orang terdekat kita lebih mengetahui tentang kemampuan kita ketimbang diri kita sendiri. Keenam, kenalilah aktivitas apa yang paling cepat kita pelajari. Missal suatu keterampilan yang mudah sekali kita mengerti setelah dipelajari, kemudian kita bisa menekuninya sepenuh hati. Ketujuh, kenalilah kecerdasan berganda. Tentu kita sudah mengenal 8 kecerdasan yang sering didengung-dengungkan Profesor Howard Gardner. Kecerdasan linguistic, visual-spasial, intrapersonal, interpersonal, logic-matematik, bodi-kinestetik, musical, dan naturalis. Dari situlah kita bisa mengenal potensi kita yang sesungguhnya. Terakhir, dengan metode kartu panggilan. Yakni mengelompokkan aktivitas-aktivitas yang kita lakukan dalam tiga kelompok. Kelompok pertama, aktivitas yang sesuai potensi. Kelompok kedua, aktivitas yang meragukan. Kelompok ketiga, aktivitas yang tidak sesuai dengan potensi. Lalu carilah dari kelompok pertama aktivitas yang palings sering dilakukan dan kita menyukainya. Begitulah. Jika kita telah mengenal potensi kita, maka tugas selanjutnya adalah mengoptimalkannya hingga kemudian lahirlah karya-karya luar biasa yang membuat dunia takjub dan terpesona. Selamat mencoba!
Sumber: Rafif Amir Ahnaf
Seorang bunda Helvy Tiana Rosa misalnya, yang potensi menulisnya telah tampak sejak kelas 3 SD, kemudian ditekuni, digali, dilatih untuk kemudian mencapai tingkat ahli dan mahir sehingga lahirlah karya-karya fenomenal dari tangannya. Karya yang menginspirasi jutaan manusia untuk menjadi lebih baik. Cerpen Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) adalah salah satunya. KMGP adalah maha karya yang lahir dari sebuah perjuangan menekuni potensi. Tentu saja hal itu terjadi setelah beliau mengetahui dengan pasti bahwa potensi terbesarnya adalah menulis! Tentu saja kita tidak harus menjadi seperti HTR.
Ini hanyalah sebagai contoh saja. Namun yang ingin saya tekankan adalah pentingnya berkarya dengan potensi yang ada dalam diri kita. Kita biasa mengenalnya sebagai bakat. Tapi saya lebih suka menyebutnya sebagai potensi, suatu pemberian Dzat yang Maha Tinggi kepada tiap manusia berupa kemampuan melakukan sesuatu yang lebih dalam suatu bidang tertentu. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana jika kita tidak mengenali potensi kita? Sebelum membahasnya lebih jauh, saya ingin mengatakan bahwa tiap orang memiliki potensi berbeda. Ada yang berpotensi dalam bidang tarik suara, dalam bidang olahraga tertentu, dan sebagainya. Setelah memahami hal itu, marilah kita cari potensi diri kita yang sebenarnya.
Muhammad Musrofi dalam bukunya 5 Langkah Melahirkan MahaKarya menyebutkan bahwa ada 8 cara untuk mengenal potensi diri kita. Pertama, kenalilah aktivitas apa yang paling kita cintai. Maka disanalah terdapat potensi luar biasa kita. Aktivitas yang selalu ingin kita lakukan baik dalam keadaan lapang ataupun sempit. Kedua, kenalilah aktivitas apa yang paling membuat kita begitu asyik. Seolah tanpa bosan melakukannya berlama-lama. Begitu enjoy dan tanpa beban ketika sedang mengerjakannya.
Ketiga, kenalilah aktivitas apa yang paling mudah dan cermerlang yang bias kita lakukan. Biasanya jika kita melakukan aktivitas itu akan bersemangat dan merasa tidak kesulitan. Keempat, kenalilah aktivitas yang menjadi impian sejak lama. Sebuah potensi terkadang berasal dari impian masa kecil yang menggerakkan alam bawah sadar untuk mewujudkannya. Seperti Burt Rutan yang ketika masih berusia 14 tahun bermimpi dapat pergi ke luar angkasa dan singgah di bulan. Lalu impian itu menjadi kenyataan setelah ia berhasil membuat SpaceShipOne, sebuah pesawat super cepat luar angkasa pertama di dunia. Kelima, tanyakan pada orang lain tentang potensi yang kita miliki sebenarnya. Agar penilaian yang diberikan lebih bersifat objektif. Terkadang orang lain atau orang terdekat kita lebih mengetahui tentang kemampuan kita ketimbang diri kita sendiri. Keenam, kenalilah aktivitas apa yang paling cepat kita pelajari. Missal suatu keterampilan yang mudah sekali kita mengerti setelah dipelajari, kemudian kita bisa menekuninya sepenuh hati. Ketujuh, kenalilah kecerdasan berganda. Tentu kita sudah mengenal 8 kecerdasan yang sering didengung-dengungkan Profesor Howard Gardner. Kecerdasan linguistic, visual-spasial, intrapersonal, interpersonal, logic-matematik, bodi-kinestetik, musical, dan naturalis. Dari situlah kita bisa mengenal potensi kita yang sesungguhnya. Terakhir, dengan metode kartu panggilan. Yakni mengelompokkan aktivitas-aktivitas yang kita lakukan dalam tiga kelompok. Kelompok pertama, aktivitas yang sesuai potensi. Kelompok kedua, aktivitas yang meragukan. Kelompok ketiga, aktivitas yang tidak sesuai dengan potensi. Lalu carilah dari kelompok pertama aktivitas yang palings sering dilakukan dan kita menyukainya. Begitulah. Jika kita telah mengenal potensi kita, maka tugas selanjutnya adalah mengoptimalkannya hingga kemudian lahirlah karya-karya luar biasa yang membuat dunia takjub dan terpesona. Selamat mencoba!
Sumber: Rafif Amir Ahnaf
Saturday, January 16, 2010
Sikap minda kelas ketiga
Hari ini selepas mengemas dapur saya dan suami bercadang untuk pergi ke pasar membeli beberapa barang basah seperti udang,ikan ,ayam dan sayur.Sebelum ke pasar suami saya singgah di ATM taman u utk mengeluarkan duit. Sementara menunggu suami saya mengeluarkan duit tiba-tiba saya melihat seorang pekerja yang bekerja sebagai penyapu sampah sedang menyapu dengan begitu tekun sekali.Tiba-tiba saya merasa terpaku bila sampah yg telah dikumpulkan itu terus dibawa ke arah parit dan dibuang begitu sahaja.MasyaAllah apa sudah jadi.Saya melirik ke arah Elya yang kemas dalam pelukan saya.Anak ini pun sama memandang seolah-olah keliru dengan perangai manusia.saya cepat-cepat mematikan pandangan Elya ke arah pekerja tersebut dan terus menyayikan lagu tepuk amai-amai.Dalam fikiran banyak betul persoalan yg belum terungkai.Sampai bila?,Apa kene?kenapa? dengan masyarakat kita sekarang masih kurang kesedaran dalam menguruskan perkara yang remeh temeh.Buang sampah di dalam parit adakah itu minda kelas pertama?.Apa guna pembangunan yang dibangga-bangga kan tapi kita masih ada lagi masyarakat yang mempunyai sifat sedemikian.Ini baru isu buang sampah belum lagi isu yg hebat yang perlu dipersoalkan terutama mengenai AQIDAH. Masyarakat masih belum 100% mempunyai akhlak yang baik.Inilah yang dikatakan minda kelas ketiga.
Monday, January 11, 2010
Melentur buluh biar dari rebungnya..
Salam 'alaik..
"elya ! elya !..saya memanggil anak perempuan saya sementara menggoreng telur..kedengaran alunan asma ul husna diruang hadapan saya menjengguk melihat elya sedang berpaut pada kabinet tv sambil mengoyang-goyangkan tubuhnya senyuman terus terukir dibibir..alhamdulillah..Sementara menunggu masuknya solat zohor saya buka siaran astro oasis itulah salah satu siaran yang paling digemari anak perempuan saya selain cerita kartun...Elya berpaling dan terus mendapatkan saya..pelukan erat amat mendamaikan hati.Anak ini sudah mengerti apa itu perasaan kasih sayang.Anak ibarat kain putih kitalah yang mencorakkan mereka.
"elya ! elya !..saya memanggil anak perempuan saya sementara menggoreng telur..kedengaran alunan asma ul husna diruang hadapan saya menjengguk melihat elya sedang berpaut pada kabinet tv sambil mengoyang-goyangkan tubuhnya senyuman terus terukir dibibir..alhamdulillah..Sementara menunggu masuknya solat zohor saya buka siaran astro oasis itulah salah satu siaran yang paling digemari anak perempuan saya selain cerita kartun...Elya berpaling dan terus mendapatkan saya..pelukan erat amat mendamaikan hati.Anak ini sudah mengerti apa itu perasaan kasih sayang.Anak ibarat kain putih kitalah yang mencorakkan mereka.
La tahzan..
Dapatkan Mesej Bergambar di Sini
Salam 'alaik
Setiap mahluk didunia ni pasti merasa kesedihan...tapi kesedihan yang bagaimana?ada yang bersedih disebabkan oleh kepincangan rumahtangga,anak yang degil,mendapat penyakit yang merbahaya seperti kanser,sahabat yang menikam dari belakang,tidak mempunyai zuriat dan sebagaiya.Segalanya yang berlaku itu bukan lah penghujung kepada kehidupan kita ingatlah kita akan dibangkitkan semula nanti..disitulah dunia kita dan disitulah kita akan tinggal buat selama-lamanya.Apa yang penting adalah bila mana kita sentiasa dihujani dengan musibah yeng bertimpa-timpa janganlah kita salahkan pada takdir tetapi kita haruslah bersangka baik dengan-Nya..Dia yang mengatur alam dan segala yang ada adalah milik-Nya dan akan kembali Kepada-Nya semula.Bilamana kita dihujani dengan kemewahan seperti kenaikan pangkat,mendapat kerja yang lebih baik,mempunyai anak yg ramai dan sebagainya ingatlah keseronokan itu hanya lah sementara banyak amanah yang perlu digalasi dan sentiasa bersyukur atas nikmatnya jgn leka dengan kelalaian syurga dunia yang penuh dengan penipuan.Ingatan ini hanyalah untuk menyingkap sejauh mana kita sentiasa menjadikan al-quran dan hadis sebagai penyuluh hidup.
Subscribe to:
Posts (Atom)